TUAN ATAU HAMBA
Perlahan kita semakin di buat muak oleh media, media yang semestinya menjadi pelayan kebutuhan kita saat ini seakan akan ingin menguasai persepsi serta arah pemikiran. Media baik cetak maupun elektronik tidak lagi menjadi sumber informasi yang dapat di percaya. Kita sebagai tuan atas media tidak lagi mendapat kebenaran informasi justru kebingungan.
Sudah semestinya kita lebih berhati hati dalam mencerna pemberitaan apapun di masa kini. Media sebagai alat produksi opini publik yang efektif, jadi begitu gampang hal hal yang berbentuk provokasi. Bisa kita ambil contoh berita tentang pilgub DKI misalnya, sebuah grand issue yang sedang hangat. Hampir seluruh media cetak ataupun elektronik gencar mewartakan.
Pertanyaannya adalah, ada apa di balik itu? ketika publik di buat sibuk pada sebuah issue yang sengaja di munculkan, lalu kemana pemberitaan kasus jesika dan sianidannya? bagaimana keberlanjutan kasus reklamasi ? bank jatim ? pelanggaran HAM Munir ? hambalang ? dan bahkan kasus century ?.
Sehingga kita di tuntut untuk lebih selektif, tidak menutup kemungkinan masih banyak grand issue yang lain akan segera di munculkan, sehingga publik dengan mudah dapat di kuasai. Efeknya kasus lama yang juga belum jelas ujungnya akan tenggelam dengan issue baru tersebut.

Belum ada tanggapan untuk "TUAN ATAU HAMBA"
Posting Komentar