![]() |
| Kita Rakyat |
Presiden berada di struktur terendah dalam sistem negara demokrasi. Artinya, kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat. Dalam sistem negara demokrasi, kebebasan berbicara sangat di junjung tinggi. Rakyat punya hak yang sama untuk mengkritisi kebijakan pemerintah bahkan presiden sekalipun.
Tidak heran jika kebebasan berpendapat begitu dekat dengan kebablasan berpendapat. Demokrasi memungkinkan rakyat memilih dan menentukan seorang pemimpin melalui pemilu. Biasanya pemilu di selenggarakan selama lima tahun sekali dengan berdasarkan perundang undangan yang berlaku.
Maka di negara demokrasi seperti indonesia ini, pemilu menjadi bagian dari pesta demokrasi "pesta kepentingan". Ada kalanya mayoritas masa menjadi komoditas politik transaksional bagi segelintir orang yang memiliki kepentingan "kekuasaan". Rakyat menjadi kuda, partai politik menjadi kusir, dan penguasa duduk santai di dalam kereta kuda. Begitu sekiranya gambaran penulis tentang politik dalam pemilu.
Maka sebagai rakyat setidaknya kita juga harus selektif. Berbicara soal politik, memang tidak selalu dengan kecurangan untuk mencapai tujuan dan juga tidak pula selalu dengan kejujuran untuk mendapatkan kekuasaan. Sehingga menjadi perlu sekiranya mengembangkan pengetahuan politik bagi rakyat.
Yang perlu di perhatikan adalah tugas dan fungsi dari partai politik sendiri adalah memberi pengetahuan politik terhadap rakyat bukan hanya menjadikan rakyat sebagai lumbung lumbung suara yang dapat di perjual belikan.....
Ahhh kayak gorengan aja diperjual belikan... wahh tinggal satu ..aku sikat ahhhh sambil sruput kopi pepen... srupuuttt nikmattttt *FB

Belum ada tanggapan untuk "SUARA RAKYAT SUARA TUHAN ,BUKAN SUARA UANG"
Posting Komentar