Karya : Puguh Rian Saputro
Dia menggores lembar demi lembat...
Tanpa henti , penuh arti....
Dia begejolak ditengah malam...
Menyendiri dalam kelam...
Dia berbincang dengan imaji yang menari nari....
Di bait suci tak bertuan...
Dia menetes kan mutiara sejuk dipipi...
Ketika rindu dngn sang perindu .....
Dia mengasingkan dalam warna ...
Walau dia penuh warna....
Dia lah sang palsu dengan senyum palsu....
Tuk menutupi luka lalu....
Dia tersanggup menahan fajar...
Walau dia butuh sang pengajar....
Dia lah si dia ....
Sang pena tak bertuan.
Dia menggores lembar demi lembat...
Tanpa henti , penuh arti....
Dia begejolak ditengah malam...
Menyendiri dalam kelam...
Dia berbincang dengan imaji yang menari nari....
Di bait suci tak bertuan...
Dia menetes kan mutiara sejuk dipipi...
Ketika rindu dngn sang perindu .....
Dia mengasingkan dalam warna ...
Walau dia penuh warna....
Dia lah sang palsu dengan senyum palsu....
Tuk menutupi luka lalu....
Dia tersanggup menahan fajar...
Walau dia butuh sang pengajar....
Dia lah si dia ....
Sang pena tak bertuan.

Belum ada tanggapan untuk "Puisi "Pena tak bertuan""
Posting Komentar