Jum’at ini akan ada aksi shalat Jum’at bersama dengan tema "Bela Islam III" yang sudah dilokalisir di Monas.
Pertanyaannya, apakah Pakde ikut
shalat Jum’at disana atau tidak? Sebelum menjawab, kita coba lihat ke belakang
dulu untuk memetakan situasinya.
Sesudah demo besar 411, tampak
langkah-langkah yang dilakukan pemerintah sangat efektif meredam potensi
kerusuhan. Apresiasi tinggi kepada Kapolri Tito yang sukses mendeteksi potensi
kerusuhan dengan melakukan pengamanan tanpa terjadi bentrokan.
Situasi genting berhasil kita
lewati tanpa ada masalah yang berarti. Angkat topi juga kepada Pakde yang sudah
memilih orang yang tepat di waktu yang tepat. Beliau memang pemain catur yang
handal.
Melepaskan Ahok dari urusan
polisi dengan menjadikannya tersangka, adalah langkah yang juga brilian. Dengan
demikian barisan mereka terpecah antara mereka yang akhirnya menjadi rasional
karena sudah menyerahkannya kepada hukum dan mereka yang tetap emosional karena
memang punya kepentingan..
Dengan begitu, peserta demo 212
diperkirakan akan jauh berkurang dari sebelumnya. Karena itulah, untuk menambal
jumlah peserta demo dilibatkan buruh. Makin kesini, makin tidak jelas tujuan
demo... Di ada-adakan.
Dengan kemampuan lobby yang baik
oleh Kapolri, maka terjadi kesepakatan bahwa hanya akan dilaksanakan shalat Jum’at
dengan dzikir dan do’a. Itupun sudah tidak di jalan raya, tapi di sekitaran
Monas. Sampai disini sebenarnya sudah bisa diihat bahwa pemerintah sudah
mengendalikan permainan dan ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan
masyarakat dan investor asing.
Belum selesai sampai disini
seharusnya..
Kemungkinan Pakde akan ikut
shalat Jum’at bersama disana. Hadirnya beliau disana bukan karena mengakomodir
tuntutan pendemo, tetapi lebih kepada memberikan pesan bahwa situasi aman
terkendali. Presiden adalah simbol dan hadirnya sebuah simbol menjadi sangat
penting untuk memberikan pesan kepada masyarakat dan dunia internasional bahwa
Indonesia dalam kondisi aman.
Itu jika tidak ada kejadian
khusus yang membuat keamanan membatalkan kehadirannya..
Mungkin saja Presiden mengajak
pejabat lainnya termasuk rival politiknya dulu, Prabowo, sebagai simbol
persatuan.
Bagaimana pak mantan? Mungkin
siap-siap konperensi pers dengan bla bla tentang bla yang bla dengan nada bla
bla.. "Saya bla.."
Dan jika ini terjadi, maka
kemenangan sesungguhnya adalah milik bangsa Indonesia yang berhasil melewati
krisis akibat kekurang-dewasaan dalam berdemokrasi. Indonesia akan menumbuhkan
kekaguman dari dunia luar bahwa bangsa ini mulai menuju matang. Mungkin saja
akan dijadikan proyek percontohan dalam menghadapi tekanan tanpa kekerasan..
"Benarkah informasi mu,
Den..?".
"Mau taruhan lagi? Kamu dah
kalah setahun gak pake celana dalam masak mau nambah? Bukan gondal gandul lagi
nantinya, tapi pating pecotot..."
Temanku bingung apa arti pating
pecotot. Kopinya sampai gak diminum. Gak mau rugi, kuambil cangkirnya..
Seruputtt..

Belum ada tanggapan untuk "Jokowi Shalat Jum'at"
Posting Komentar